Site icon Geng Borak

Bagaimana Nak Cuci Bersih Dosa-dosa Mengumpat?

Dusta Mengumpat

Jangan bohong dengan mengatakan kita tidak pernah sekalipun mengumpat. Kalau berkumpul bersama rakan lain, ada sahaja topik umpatan yang merancakkan pertemuan itu. Sedar sebenarnya apabila mengumpat hukumnya adalah berdosa dan seakan memakan daging saudara sendiri. Namun bagi yang dahulunya rajin mengumpat dan kini ingin hapuskan semua dosa-dosa silam hasil mengumpat, ada beberapa cara untuk kita berbuat demikian.

Sebelum itu, kita amati dahulu apa yang dimakudkan umpat atau ghibah.

Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kalian apa itu ghibah?”

Mereka (para sahabat) menjawab, “Allah dan RasulNya lebih tahu.”
Kemudian beliau Baginda bersabda, “Engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang dia benci.”

Kemudian ada yang bertanya, “Bagaimana menurutmu jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut itu memang ternyata ada padanya?”

Beliau SAW menjawab, “Jika memang apa yang engkau ceritakan tersebut ada pada dirinya itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak bererti engkau telah berdusta atas namanya.” (HR Muslim 2589)

Ghibah atau mengumpat dalam Islam merupakan salah satu dosa yang tak terampunkan sehingga orang yang menumpat perlu melakukan banyak cara untuk mendapatkan keampunan dari Allah SWT.

1. Meminta maaf pada orang yang diumpat

Rasulullah SAW bersabda,

Siapa yang pernah menzalimi saudaranya berupa menodai kehormatan atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman tersebut hari ini.

“Sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham. Pada saat itu bila ia mempunyai amal soleh maka akan diambil seukiran kezaliman yang ia perbuat. Bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudian dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari no. 2449)

Namun beberapa ulama memandang bahawa hal ini hanya dilakukan pada keadaan tertentu yang mana umpatan telah tersebar, Jika umpayan belum tersebar, maka sebaiknya tidak perlu meminta maaf kerana akan menyebabkan kerosakan yang lebih parah, seperti pemutusan hubungan silaturahim.

2. Memohon maaf untuk orang yang diumpati

Beberapa ulama sepakat bahawa untuk mendapatkan keampunan atas dosa mengumpat, maka dia perlu memohon keampunan atas dosa tersebut kepada Allah SWT. Sebagaimana perkataan AL-Hasan Al-Basri,

Kafarah ghibah adalah memintakan ampun untuk yang dighibahi.” (AL-Majmu’ Al-Fatawa 3/291, Darul Wafa’, Syamilah)

3. Menyebutkan kebaikan orang yang diumpati di tempat terjadinya umpatan

Ini adalah salah satu cara bertaubat daripada perbuatan mengumpat. Jika dahulu yang disebutkan adalah keburukannya, maka gantilah dengan menyebutkan banyak kebaikannya. Sebagaimana Fatwa Syaikh bin Baz, beliau berkata:
“Engkau sebutkan kebaikan-kebaikan yang engkau ketahui mengenai dirinya sebagai ganti keburukan yang telah engkau sebutkan.”

4. Taubat nasuha

Rasulullah SAW bersabda :
Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat. (HR At Tirmidzi, no.2499 dan dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, no. 4391)

5. Perbanyak zikir

Allah SWT berfirman,
“… Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allâh, Allâh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.“[al-Ahzâb/33:35]

Rasulullah bersabda,

Barangsiapa duduk di suatu tempat, lalu tidak berzikir kepada Allâh di dalamnya, pastilah dia mendapatkan kerugian dari Allâh, dan barangsiapa yang berbaring dalam suatu tempat lalu tidak berzikir kepada Allâh, pastilah mendapatkan kerugian dari Allâh. (Shahih: HR. Abu Dâwud (no. 4856); Shahîh Abi Dâwud (III/920, no. 4065) dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu)

6. Perbanyak sedekah

Dalam riwayat lain disebutkan,
Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau menyedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan berkat rezeki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.” (HR. Bukhari no. 1433 dan Muslim no. 1029, 88)

7. Silaturrahim

Dari Al-Barra berkata, bersabda Rasulullah SAW “ Tidak bertemu dua orang muslim lalu bersalaman, maka pasti diampuni dosa keduanya, sebelum keduanya berpisah.”( HR Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmidzi ).

Dari Abi Hurairah ra, bahawa Rasulullah SAW bersabda : “ Pintu-pintu syurga dibukakan setiap Isnin dan Khamis, Allah mengampuni dosa-dosa hamba selama tidak musyrik. Kecuali orang yang antara dia dengan saudaranya ada kebencian, maka diarahkan: Tangguhkanlah kedua orang ini (keampunannya) sampai keduanya berdamai, tangguhkanlah kedua orang ini (keampunannya) sampai keduanya damai. “ (HR. Muslim).

8. Banyakkan berpuasa sunat

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang bersamaan hingga tujuh ratus kali ganda. Allah Ta’ala berfirman (yang ertinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan keranaKu.

Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan iaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi” (HR. Muslim no. 1151).

9. Perbanyak solat sunat

Allah SWT berfirman:
“Dan dirikanlah solat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” [Huud/11: 114]

10. Selalu menjaga wuduk

Dari Tsauban r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahawa sebaik-baik perbuatan adalah solat, dan tidak ada yang selalu memelihara wuduknya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

11. Perbanyak membaca al-Quran 

Rasulullah bersabda, “Al Qur’an adalah kitabullah yang berisi sejarah umat sebelum kamu, berita umat sesudahmu, kitab yang memutuskan urusan-urusan diantara kamu, yang nilainya bersifat pasti. Siapa saja orang durhaka yang meninggalkannya pasti Allah akan memusuhinya. Siapa yang mencari petunjuk selain al-Quran, pasti akan tersesat. Al-Quran adalah tali Allah yang sangat kuat, peringatan yang bijaksana dan jalan yang lurus” (HR Tirmidzi)

12. Bersahabat dengan orang soleh

Nak mengelak perbuatan mengumpat setelah bertaubat adalah dengan memperbaiki pergaulan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda dalam hadisnya ;
Janganlah bersahabat kecuali kepada seorang mukmin. Dan janganlah memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa. [HR. Bukhari].

13. Perbanyak istighfar

Ada sebuah riwayat dari Aisyah ra berkata : Rasulullah SAW melakukan solat dhuha, kemudian dia membaca

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أََنْتَ التَّوَابُ الرَّحِيْمِ
Ya Allah, Ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima tasubat dan Maha pengasih”. Beliau membacanya hingga seratus kali. [HR. Bukhari dan di shahihkan oleh al Albani dalam adabul mufrad no. 482].

Itulah cara melakukan taubat dari dosa mengumpat. Sungguh mengumpat ini sangat buruk akibatnya, maka dari itu kita harus berhati-hati dalam berkata.

Exit mobile version